Rabu, 20 Juni 2012

MAKALAH Ilmu Budaya Dasar : Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya




DAFTAR ISI


DAFTAR ISI

BAB I: PENDAHULUAN
A.         LATAR BELAKANG
B.         TUJUAN PENULISAN
C.         RUMUSAN MASALAH

BABII: PEMBAHASAN
1.         PENGERTIAN MANUSIA
2.         DEFINI BUDAYA
3.         MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERBUDAYA

BAB III: KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia  adalah  makhluk Allah  yang di anugrahi akal, fikiran, dan  fisik untuk menunjang kehidupannya sebagai seorang  insan yang di tunjuk oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi yang  Allah Yang Maha Kuasa ciptakan. Oleh karena manusia adalah khalifah di bumi ini sepatutnya seorang manusia haruslah mempunyai prilaku yang sesuai dengan yang Tuhan  inginkan untuk dipercayakan menjaga keutuhan bumi yang Allah ciptakan dengan segala makhluk hidup didalamnya untuk manusia jaga kelestariannya.
Manusia yang menjadi seorang terpilih dan tinggi derajatnya di mata Tuhan, manusia haruslah mempunyai kepercayaan, ilmu, dan menjalankan segala apa yang di perintahkan Allah dan menjauhi yang di larang oleh Allah SWT. Sebagai makhluk yang mempunyai akal dan fikiran serta fisik manusia haruslah memanfaatkan anugrah yang di berikan oleh Allah itu dengan sebaik – baiknya dan jangan menyalah gunakannya sebagai suatu yang Allah benci.  Manusia haruslah  mempunyai budaya yang baik untuk menjadikannya seorang manusia yang memiliki derajat tinggi di mata Allah SWT.  Maka manusia harus menjadikan budaya yang baik sebagai bagian dari dirinya tanpa mengabaikan apa yang menjadi kewajiban sebagai makhluk yang berketuhanan.

B. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menuntaskan tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang menjadi salah satu syarat kelulusan dalam proses pembelajaran di jenjang S1 Teknik Informatika Universitas Gunadarma. Selain itu, di harapkan makalah ini menjadi tulisan yang bermanfaat dan menjadi referensi bagi semua orang yang membacanya.



C. Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah di jelaskan di awal tadi, maka saya mengambil pokok masalah menjadi 3 rumusan yang akan di bahas di bab selanjutnya. Berikut adalah rumusan/pokok masalah :
1. Pengertian dari Manusia,
2. Defini Budaya,
3. Manusia sebagai makhluk berbudaya.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manusia

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan.
Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa di muka bumi ini sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Melalui kesempurnaannya itu manusia bisa berpikir, bertindak, berusaha, dan bisa menentukan mana yang benar dan baik. Di sisi lain, manusia meyakini bahwa dia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia jika manusia mempercayai adanya Sang Maha Pencipta yang mengatur seluruh sistem kehidupan di muka bumi.
Dalam kehidupannya, manusia tidak bisa meninggalkan unsur Ketuhanan. Manusia selalu ingin mencari sesuatu yang sempurna. Dan sesuatu yang sempurna tersebut adalah Tuhan. Hal itu merupakan fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Tuhannya.
Oleh karena fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk beribadah kepada Tuhan pun diperlukan suatu ilmu. Ilmu tersebut diperoleh melalui pendidikan. Dengan pendidikan, manusia dapat mengenal siapa Tuhannya. Dengan pendidikan pula manusia dapat mengerti bagaimana cara beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Melalui sebuah pendidikan yang tepat, manusia akan menjadi makhluk yang dapat mengerti bagaimana seharusnya yang dilakukan sebagai seorang makhluk Tuhan. Manusia dapat mengembangkan pola pikirnya untuk dapat mempelajari tanda-tanda kebesaran Tuhan baik yang tersirat ataupu dengan jelas tersurat dalam lingkungan sehari-hari.
Maka dari keseluruhan perkembangan itu menjadi lengkap dan utuh dalam setiap sisinya, baik dari sisi individu, sosial, susila, maupun religius. Keutuhan dari setiap sisi tersebut dapat menjadikan manusia menjadi makhluk yang lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan makhluk-makhluk Tuhan yang lain.


B. Definisi Budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

C. Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya

Perilaku manusia berbudaya adalah perilaku yang dijalankan sesuai dengan moral, norma-norma yang berlaku dimasyarakat, sesuai dengan perintah di setiap agama yang diyakini, Dan sesuai dengan hukum Negara yang berlaku. Dalam berperilaku, manusia yang berbudaya tidak menjalankan sikap-sikap atau tindakan yang menyinpang dari peraturan-peraturan baik berupa norma- norma yang ada di masyarakat maupun hokum yang berlaku.
Oleh karena itu sifat manusia yang berbudaya itu yang harus dimiliki setiap manusia khususnya bangsa Indonesia yang dikenali sebagai Negara yang besar dengan banyaknya budaya yang dimiliki. Jadilah manusia yang memiliki budaya yang tinggi yang menjadikan manusia tersebut sebagai manusia yang berbudaya dan tentu manusia yang berbudaya itu pasti juga manusia yang berpendidikan, akan tetapi sebaliknya manusia yang berpendidikan itu belum tentu dia manusia yang berbudaya. Banyak contoh di negara ini manusia yang pintar atau berpendidikan yang melakukan banyak tindak kejahatan atau menyimpang contohnya seperti korupsi. Itu semua terjadi karena mereka tidak menjadi manusia yang berbudaya Dan akibatnya mereka tidak memiliki moral, kejujuran, Dan rasa tanggung jawab. 
Karena itu jadilah manusia yang berbudaya. Dengan menjadi manusia yang berbudaya maka masyarakat akan memiliki sikap yang berakal budi, bermoral, sopan dan santun dalam menjalani kehidupan diri sendiri ataupun berbangsa dan bernegara. Sikap Dan sifat manusia yang berbudaya itu juga yang akan menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang besar yang memiliki jati diri sendiri sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat.
Manusia berbudaya yang seutuhnya adalah makhluk yang selalu aktual, yang terus-menerus belajar dan menempuh pendidikan untuk mengembangkan kepribadiannya, mengembangkan konsep tujuan hidupnya, melakukan pembaharuan sesuai kemajuan zaman, meningkatkan keterampilan dan daya nalar, semakin jelas arah hidupnya untuk apa dan mau kemana.



BAB III
KESIMPULAN

Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang di karuniai akal, fikiran, dan fisik harus menjadi seorang yang berbudaya yang baik yang mengamalkan segala apa yang di perintahkan oleh Allah sehingga derajat manusia itu tinggi di mata Allah SWT dan menjadi mulia di bandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain yang tidak di ciptakan mempunyai akal dan fikiran. Dari penjabaran masalah di atas dapat di yakini bahwasanya manusia memang dari dahulu sudah berbudaya. Berbudaya manusia itu bermacam – macam tetapi budaya yang baik adalah budaya yang menjalan segala apa yang di perintahkan oleh Allah SWT.
Seorang manusia menjadi mulia jika memiliki iman dan ilmu yang di amalkan olehnya yang dapat melampaui makhluk tertaat yang di ciptakan yaitu malaikat yang di ciptakan memang untuk menyembah Allah SWT.
Semulia – muliannya manusia adalah manusia yang dapat melampaui ketaatan yang di lakukan oleh para malaikat Allah.


DAFTAR PUSTAKA


http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html
http://tugas-mrhanz25.blogspot.com/2011/02/manusia-sebagai-makhluk-budaya.html 
http://robertusbeny.blogspot.com/2012/01/pengertian-manusia.html 
http://mediaamirulindonesia.blogspot.com/2011/03/manusia-berbudaya.html 





Rabu, 04 Januari 2012

VoIP / Voice over Internet Protocol "The Next Generation Telecom"

VoIP adalah sistem telekomunikasi yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat yang mengerti akan teknologi telekomunikasi yang terus berkembang dari masa ke masa dan pastinya akan semakin canggih sistem yang di ciptakan untuk berhubungan dengan orang lain.

VoIP atau Voice over Internet Protocol suatu sistem yang dapat mengambil sinyal analog sinyal yang dapat kita dengar menjadi sinyal digital yang dapat di kirimkan ke jaringan internet dan dapat di terima oleh orang lain dan di dapatlah hubungan komunikasi secara realtime tanpa menggunakan jalur kabel telepon seperti yang umumnya digunakan pada saat ini.

VoIP dapat mengizinkan hubungan antara seseorang dengan orang lain yang di kehendakinya tanpa harus lagi menggunakkan telepon kabel atau telepon seluler yang menggunakkan istilah pulsa. Intinya VoIP ini dapat dilakukan secara gratis tanpa dikenakan biaya tambahan karena biaya yang ditagihkan ke pengguna adalah biaya paket internet yang mereka gunakan.

Mungkin teknologi telekomunikasi VoIP ini akan berkembang pesat dimasa yang akan datang karena menjamin dari segi ekonomi karena menggunakan bandwidth dari ISP yang digunakan dan itu sudah termasuk paket dari ISP itu sendiri tanpa dikenakan biaya tambahan untuk VoIP itu sendiri.

Minggu, 25 Desember 2011

KESENJANGAN SOSIAL DAN PENGARUH TERHADAP PRIBADI SESEORANG

Kesenjangan sosial sebuah keadaan ketidak seimbangan sosial yang ada di masyarakat misalnya antara si kaya dan si miskin. Kesenjangan sosial dipengaruhi beberapa foktor yaitu:

1. Kemiskinan

Kemiskian memang bukan hanya menjadi masalah di Negara Indonesia, bahkan Negara majupun masih sibuk mengentaskan masalah yang satu ini. Menurut Robert Chambers bahwa inti kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut deprivation trap atau perangkap kemiskinan.

Perangkap itu terdiri dari :

a. Kemiskinan itu sendiri

b. Kelemahan fisik

c. Keterasingan atau kadar isolasi

d. Kerentaan

e. Ketidakberdayaan

Memang kemiskinan adalah salah satu faktor utama dalam kesenjangan sosial yang ada di masyarakat saat ini yang membatasi antara si miskin dan si kaya. Itu menyebabkan suatu dinding yang kokoh membatasi mereka yang mempunyai tingkat ekonomi rendah untuk mendapatkan kehidupan yang layak.


2. Kurangnya lapangan kerja 

Lapangan pekerjaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perekonomian masyarakat, sedangkan perekonomian menjadi faktor terjadinya kesenjangan sosial. Sempitnya lapangan pekerjaan di Indonesia menjadikan pengangguran yang sangat besar di Indonesia dan menyebabkan perekonomian masyarakat bawah semakin rapuh.

Faktor-faktor penyebab pengangguran di Indonesia:

a. Kurangnya sumber daya manusia pencipta lapangan kerja

b. Kelebihan penduduk/pencari kerja

c. Kurangnya jalinan komunikasi antara si pencari kerja dengan pengusaha

d. Kurangnya pendidikan untuk pewirausaha

Kesenjangan sosial semakin hari semakin memprihatinkan, khususnya di lingkungan perkotaan. Memang benar jika dikatakan bahwa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Hal ini jelas-jelas mencederai rasa keadilan serta bertolak belakang dengan kebersamaan dan kesetaraan sosial. Kesenjangan sosial ini sangat berdampak langsung bagi kehidupan pribadi seseorang dan perkembangan mentalnya dalam menata kehidupannya, dengan kesenjangan ini seseorang membuat sangat susah untuk keluar dalam kesulitannya terutama dalam kesulitan ekonomi yang sangat berdasar atas kemampuan seseorang yang sangat di butuhkan untuk memperoleh pendapatan yang lay. Seharusnya setiap orang tidak terkecuali harus ikut menangani masalah masyarakat yang sangat kompleks ini agar setiap orang dapat merasakan suatu kehidupan yang layak dan mempunyai masa depan yang nyata untuk kelanjutan hidup mereka. Dimulai dari diri sendiri yang merupakan anggota terkecil masyarakat untuk mendapatkan hasil yang besar merupakan suatu langkah bijak yang dapat mengubah pribadi seseorang untuk memulai kehidupan secara positif dan mengurangi kesenjangan sosial yang sudah terlalu besar di masyarakat sekarang.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Budaya Indonesia Terkikis ?

Berbicara dan berdiskusi tentang budaya di Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Saya juga sangat menyukai budaya luar tetapi tidak terlalu mendarah daging karena saya cinta INDONESIA :D. Mari kita mulai berfikir tentang budaya Indonesia yang sangat kita cintai ini :)

1. Perkembangan Budaya Indonesia
"Mengkhawatirkan"
Perkembangan budaya asing yang masuk ke Indonesia semakin hari semakin berkembang pesat. Masuknya perkembangan budaya asing memang akibat dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi pada bidang kebudayaan. Dampaknya pun sangat terlihat, contohnya dulu masih banyak sekali permainan anak-anak tradisional yang dibuat oleh masyarakat lokal seperti, mainan mobil-mobilan dari kayu, kelereng, dan lain sebagainya yang sekarang mungkin dilupakan sejak adanya mainan-mainan modern seperti, robot-robotan, mobil remote control, visual game dan lain sebagainya yang di impor dari luar negeri, misalnya Jepang.
Saat ini, anak-anak usia balita sampai beranjak remaja seolah semakin mengikuti perkembangan globalisasi yang mungkin dapat berdampak buruk bagi perkembangan budaya asli yang ada di Indonesia sendiri apabila tidak ada pengarahan yang tepat untuk meredam serangan budaya asing ini. Dan tidak mustahil budaya asli Indonesia lambat laun akan terkikis dan lama kelamaan hanya akan menjadi cerita masyarakat tanpa adanya pelestarian dan kesadaran akan budaya asli Indonesia ini.
Seharusnya, perkembangan globalisasi yang sangat pesat di berbagai bidang, khususnya bidang kebudayaan ini harus dapat disaring dan dipilih mana yang baik dan mana yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan budaya asli Indonesia.
Cara paling tepat adalah menanamkan rasa peduli dan cinta akan budaya asli Indonesia. Dan ini harus terus dipupuk di dalam hati seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak,remaja,maupun dewasa agar budaya asli Indonesia yang sudah diakui oleh dunia dan banyak yang ditetapkan sebagai budaya warisan dunia ini tidak akan punah akibat globalisasi budaya ini.
Sangat disayangkan budaya Indonesia yang diminati oleh bangsa lain yang tak hayal menjadi salah satu penyumbang devisa negara, tak mendapat tempat dihati masyarakat Indonesia. Tak menjadi hal baru jika sebagian budaya Indonesia semisal angklung, tari pendet, reok ponorogo, lagu rasa sayange dari tanah Ambon dan batik telah di klaim oleh negara jiran Indonesia namun masih dapat dipertahankan.
Budaya seharusnya kekal di negaranya sendiri untuk menjadi identitas diri dari bangsanya. Jika dipikirkan lebih jauh, Indonesia adalah negara yang paling kaya akan budaya tradisionalnya dan mungkin tak dapat di hitung seberapa banyak angka pasti dari budaya yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Dan semua budaya Indonesia adalah budaya yang baik karena terbentuk dari adat istiadat daerah masing-masing yang tidak percampur oleh budaya luar dan terbentuk dasarnya dari kerpercayaanTautan masing-masing. Budaya tradisional bangsa Indonesia adalah semuanya budaya yang baik dan tidak ada unsur negatif.

2. Budaya hidup bebas ala “Barat"
Banyak sekali budaya asing yang dapat menyebabkan dampak negatif seperti, sex bebas ala budaya barat dan hidup bebas tanpa aturan seperti di negara-negara yang menganut paham liberalisme. Ini dapat menjadi dampak yang sangat buruk bagi perkembangan psikologi remaja-remaja Indonesia yang dimana masa remaja adalah masa yang sangat agresif, mudah tertarik hal baru, dan sangat bergairah untung mencoba hal baru yang mereka temui. Lambat tapi pasti mereka akan menurunkan kebiasaan hidup bebas mereka itu ke anak-anaknya dan menjadikan generasi berikutnya semakin menganut budaya luar yang sangat jauh dari budaya asli Indonesia.
Banyak sekali budaya yang seakan terlupakan dari pikiran remaja-ramaja Indonesia. Misalnya, budaya cium tangan orang tua sebelum pergi ke sekolah/keluar rumah, sungkem dengan orang tua apabila ada kesalahan yang diperbuat, dan lain sebagainya yang makin lama makin terlupakan. Remaja sekarang cenderung berfikir logis dan individualis tanpa memikirkan dampak dari perbuatannya terhadap orang lain dalam menjalani hidupnya seperti yang dianut oleh negara yang menganut paham liberalisme.
Budaya seperti itu sangatlah tidak cocok dengan budaya yang ada yang telah tertanam ratusan tahun di Indonesia yang sangat terkenal dengan budaya sopan dalam perkataan dan santun dalam perbuatan oleh khalayak asing di luar Indonesia.

3. Perkembangan Budaya Musik Asing "Membahayakan" Musik Indonesia ?


Contoh lain adalah contoh yang sedang ramai remaja kagumi saat ini yaitu budaya musik. Indonesia dahulu sangat cinta dengan lagu-lagu trandisional seperti gambang kromong, tanjidor, dangdut dan banyak lagi. Akan tetapi mulai masa abad 21 ini masyarakat Indonesia seolah lupa dengan budaya musik yang ada di Indonesia dan lebih mengapresiasi musik bergenre pop, rock, dan sebagainya diluar musik asli tradisional Indonesia.
Memang, budaya musik adalah budaya yang sangat pesat perkembangannya di Indonesia dan tidak terhitung berapa nilai dari penggemar budaya musik asing, contohnya, KPOPers, JappaneseRock, dan sejenisnya yang tumbuh subur di Indonesia. Ini bisa menjadi positif karena menambah keragaman budaya Indonesia apabila di tanggapi secara bijak. Akan tetapi menjadi buruk apabila tidak bijak dan malah melupakan budaya dalam negeri sendiri.
Apakah kita pernah mendengar ada penggemar-penggemar asli dari musik Indonesia ?
Rasanya jarang dan mungkin tidak ada fans setia dari budaya musik Indonesia yang anggotanya mencapai ratusan ribu orang Indonesia asli. Realita ini sangat berbanding terbalik misalnya dengan budaya orang Jepang dan Korea sendiri yang sangat cinta akan budaya bangsanya dan tak membiarkan budayanya terhanyut oleh perkembangan globalisasi yang sangat “kejam” bagi budaya lokal. Di Korea, tepatnya Korea Selatan dengan ibukota Seoul, masyarakatnya sangat cinta akan produk dari dalam negerinya sendiri misalnya saja, baju, celana jeans, dll hampir tidak di temui di pasar umum produk merek luar Korea dan semuanya rata-rata bertuliskan “Made In Korea”. Ini adalah perbandingannya masyarakat Indonesia dan masyarakat Korea Selatan dan harusnya menjadi bahan renungan kita sebagai masyarakat Indonesia.

4. Terus Antisipasinya Gimana ??
Globalisasi memang adalah sebuah perkembangan maju bagi dunia internasional, akan tetapi globalisasi haruslah membawa dampak positif bagi perkembangan khususnya dalam hal budaya dan cara hidup masyarakat, jangan menjadi sebuah mesin pemusnah budaya asli Indonesia. Kita sebagai rakyat Indonesia seharusnya menjadi panglima perang yang terdepan terhadap apa saja yang dapat mengikis budaya asli Indonesia. Jangan kita menjadi tim yang akan membantu terciptanya budaya baru yang saling bertentangan dengan budaya asli Indonesia. Rasanya hanya kata “peduli” dan “cinta” terhadap budaya sendiri yang harus terus dipupuk dan diturunkan atau di wariskan ke anak dan cucu kita semua nanti. Dan saling menghargai perbedaan antar sesama daerah dan budaya Indonesia. Demi lestarinya budaya asli Indonesia yang amat sangat kita cintai ini. :)

Courtesy by Google.com
Visit to Indonesia !

apakah tulisan ini membantu anda ?